Hari Pentakosta dan Sejarahnya.

Jika Anda kembali dan membaca Perjanjian Lama, Anda akan menemukan bahwa Pentakosta adalah salah satu hari raya Yahudi. Hanya saja mereka tidak menyebutnya Pentakosta. Itu nama Yunaninya. Orang Yahudi menyebutnya Pesta Panen atau Pesta Minggu. Disebutkan lima tempat dalam lima kitab pertama dalam Keluaran 23 , Keluaran 24 , Imamat 16 , Bilangan 28 , dan Ulangan 16 .
Asal Usul Pentakosta
Pentakosta adalah perayaan awal minggu-minggu awal panen. Di Palestina, ada dua kali panen setiap tahun. Panen awal terjadi selama bulan Mei dan Juni; panen terakhir datang pada musim gugur. Pentakosta adalah perayaan dimulainya panen gandum awal, yang berarti Pentakosta selalu jatuh pada pertengahan bulan Mei atau kadang di awal bulan Juni.
Ada beberapa festival, perayaan, atau perayaan yang berlangsung sebelum Pentakosta. Ada Paskah, ada Roti Tidak Beragi, dan ada Pesta Buah Sulung. Pesta Buah Sulung adalah perayaan dimulainya panen jelai. Inilah cara Anda mengetahui tanggal Pentakosta.
Menurut Perjanjian Lama, Anda akan pergi ke hari perayaan Buah Sulung, dan mulai hari itu, Anda akan menghitung 50 hari. Hari kelima puluh akan menjadi Hari Pentakosta. Jadi Buah Sulung adalah awal dari panen barley dan Pentakosta adalah perayaan dimulainya panen gandum.
Karena selalu 50 hari setelah Buah Pertama, dan karena 50 hari sama dengan tujuh minggu, maka selalu datang "minggu dari minggu" kemudian. Oleh karena itu, mereka menyebutnya Feast of Harvest atau Feast of Weeks.
Pentakosta bagi Kekristenan.
Umat Kristen modern memperingati Pentakosta sebagai hari libur, bukan untuk merayakan panen gandum, tetapi untuk mengingat ketika Roh Kudus menyerbu Gereja dalam Kisah Para Rasul 2 .
Singkatnya, Pentakosta di zaman para Rasul adalah perayaan panen yang agung dan megah. Jalan-jalan Yerusalem dipenuhi oleh ribuan peziarah yang datang dari segala penjuru mata angin untuk merayakan kebaikan Tuhan dan membawa masuk panen gandum.
Comments
Post a Comment